PRINSIP-PRINSIP TEORITIS ASAM DAN BASA DALAM PROSES METABOLISME OBAT DI DALAM TUBUH
1. Teori Asam-Basa Arhenius
Arrhenius menyatakan bahwa asam adalah senyawa yang bisa menghasilkan ion hidroksida atau H+ ketika dilarutkan di dalam air. Sementara basa menghasilkan ion hidroksil atau OH-. Lebih lanjut, teori Arrhenius juga menyatakan bahwa asam akan menghasilkan satu H+ tiap molekulnya dan disebut dengan asam monoprotic. Sementara asam yang menghasilkan dua H+ disebut dengan asal diprotic. Sedangkan asam yang menghasilkan tiga H+ per molekul disebut dengan triprotik.
2. Teori Asam Basa Bronsted Lowry
Menurut Bronsted-Lowry ini merupakan bentuk pengembangan dari teori Arrhenius yang lebih sempurna. Bronsted-Lowry menjelaskan bahwa asam adalah suatu senyawa yang memberikan atau mendonorkan proton terhadap senyawa lainnya, sementara basa merupakan senyawa penerima proton yang disebut dengan akseptor proton. Teori ini juga menjelaskan bahwa air atau H2O juga mempunyai sifat asam-basa.
3. Teori Asam-Basan Lewis
Menurut Gilbert Newton Lewis asam adalah suatu molekul yang bisa menerima pasangan elektronnya. Sedangkan basa adalah molekul yang memberikan pasangan elektronnya. Dibandingkan dengan teori asam basa lainnya, teori menurut Lewis ini memiliki keunggulan yang lebih banyak, seperti mampu menjelaskan sifat asam dan basa di dalam pelarut air, selain air, dan bahkan tanpa pelarut apapun.
Comments
Post a Comment